Watuagung: Merawat Warisan Lewat Jemblung

Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, kembali menghidupkan semangat budaya melalui kesenian tradisional jemblung, sebuah warisan lisan yang menggabungkan cerita rakyat, tembang Jawa, dan kebersamaan. Di bawah pimpinan Bapak Suwarno, kelompok kesenian jemblung yang terdiri dari Bpk Sidi, Bpk Marjono, Bpk Kasim, Bpk Suwarno, Bpk Naswan, dan Bpk Saryono berkumpul dengan semangat menyatu demi menjaga keberlangsungan seni tutur leluhur.

Kegiatan ini bukan sekadar latihan atau pertemuan biasa, tetapi menjadi ruang refleksi dan tekad bersama untuk terus memelihara warisan budaya dengan cinta dan konsistensi. Para anggota berbagi pandangan tentang pentingnya mengenalkan jemblung kepada generasi muda, mengemasnya dalam format yang lebih menarik namun tetap menjaga keaslian nilai-nilai tradisional.

Dalam suasana penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan, harapan besar tumbuh: agar kesenian jemblung tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus hidup di hati warga dan menjadi jembatan antargenerasi. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa Watuagung bukan hanya kaya secara sejarah, tetapi juga aktif dalam merawat jati diri budayanya.

Semoga langkah para seniman jemblung ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk turut menggali, merawat, dan membanggakan kebudayaan lokalnya. Karena dari lisan dan nada itulah, sejarah dan semangat nenek moyang terus berbicara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *