
Kalau kamu berkunjung ke RT 02 RW 02 Desa Watuagung, ada satu yang khas dan cerita yang menginspirasi: Telor Asin Bhakti Husada, hasil olahan UMKM yang dibangun dari semangat gotong royong dan mimpi besar warga desa.
Berawal dari inisiatif Kampung KB Bhakti Husada, sekelompok warga berjumlah 11 orang berani melangkah menciptakan produk unggulan desa—telor asin. Mereka tak sekadar memproduksi, tapi meramu rasa, tradisi, dan strategi. Setiap minggu, mereka mampu menghasilkan minimal 150 butir telor asin, sebuah angka yang mencerminkan kerja kolektif, konsistensi, dan cinta terhadap karya lokal.
Menariknya, langkah awal mereka mendapat suntikan semangat berupa dukungan permodalan dari Ibu Imas Masitoh Ketua Tp.PKK Desa Watuagung sebesar Rp100.000,-. Dana tersebut menjadi titik mula untuk memulai proses produksi dan mendukung jalannya program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) Kampung KB Bhakti Husada. Meskipun jumlahnya kecil, nilai simbolis dan dorongan moral yang terkandung di dalamnya sangat besar.
“Kami belajar langsung ke Banyumudal Kebumen. Dari sana kami bawa pulang ilmu, semangat, dan keyakinan bahwa kami bisa,” kata Ibu Susilah—salah satu anggota UMKM.
Dari dapur sederhana hingga kemasan yang menarik, produk ini siap bersaing. Tapi lebih dari itu, telor asin Bhakti Husada membawa kebanggaan: bahwa dari grumbul di pegunungan dekat hutan pinus, bisa lahir karya besar.
Lokasi UMKM ini sangat mudah dijangkau—cukup 2 km dari Embung Watuagung. Kalau kamu tertarik mencicipi atau mau langsung pesan, tinggal hubungi 0822-4360-4994. Dijamin rasanya bikin balik lagi!
UMKM Bhakti Husada bukan cuma soal telur. Ini tentang semangat belajar, keberanian untuk berubah, dan bukti bahwa potensi desa bisa diangkat jadi kekuatan ekonomi. Semoga langkah kecil ini jadi lompatan besar bagi UMKM lainnya di Desa Watuagung dan sekitarnya.
