Watuagung – Mahasiswa KKN melaksanakan sosialisasi inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding daun kelor kepada orang tua balita di Posyandu Budi Lestari, RT 03/RW 01, Desa Watuagung, pada Minggu, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan alternatif makanan bergizi berbahan lokal yang dapat dibuat dengan mudah di rumah.
Kegiatan diikuti oleh orang tua balita, khususnya ibu balita, serta balita yang hadir dalam kegiatan Posyandu. Sosialisasi juga didampingi oleh kader Posyandu Budi Lestari dan mahasiswa KKN sebagai pelaksana kegiatan. Tercatat sebanyak 162 peserta yang terdiri dari orang tua dan balita mengikuti rangkaian kegiatan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pertanyaan pemantik kepada orang tua balita mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai bahan makanan untuk anak. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan pengenalan mengenai stunting serta pentingnya PMT dalam mendukung pemenuhan gizi anak.
Peserta kemudian mendapatkan informasi mengenai kandungan dan manfaat daun kelor. Untuk memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami, mahasiswa KKN menayangkan video tutorial pembuatan puding daun kelor. Setelah video selesai, pemateri kembali menjelaskan secara singkat tahapan pembuatan puding, mulai dari pengolahan daun kelor hingga menjadi makanan yang menarik untuk anak.
Antusiasme peserta terlihat ketika video tutorial ditayangkan dan saat sampel puding daun kelor dibagikan untuk dicicipi. Orang tua balita juga memperhatikan informasi yang disampaikan, terutama mengenai pemanfaatan bahan lokal dan cara mengolah daun kelor agar lebih disukai oleh anak.

Bu Wanti menyampaikan kesannya terhadap inovasi PMT tersebut. “Sangat bagus. Baru ini ada inovasi PMT yang menggunakan bahan lokal yang dapat diambil dipekarangan rumah tanpa harus membeli, daun kelor banyak manfaatnya, rasanya juga enak.Tidak ada bau bau kelor,” ungkapnya.
Selain sebagai alternatif PMT, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong orang tua untuk lebih memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Daun kelor yang mudah ditemukan di pekarangan dapat diolah menjadi berbagai makanan dengan penyajian yang lebih menarik bagi anak.
“Harapan saya. Untuk ibu ibu balita yang sudah mengikuti sosialisasi inovasi pmt puding daun kelor, dapat meniru membuat puding tersebut untuk dikonsumsi balita nya. Dan semoga permasalahan stunting di indonesia segera dapat teratasi,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan oleh orang tua dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita sehari-hari, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting.