
WATUAGUNG, Banyumas — Upaya meningkatkan pemahaman dan tata kelola zakat di tingkat desa terus dilakukan di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UIN Saizu Purwokerto di Desa Watuagung bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan Sosialisasi UPZ dan Pelatihan Manajemen Zakat Fitrah sebagai langkah untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih terarah, tertib, transparan, dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Tematik yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa KKN, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat. Salah satu capaian penting dalam program ini adalah terbentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap masjid dan mushola di Desa Watuagung.

Pembentukan UPZ menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan zakat di tingkat desa. Dengan adanya UPZ di setiap masjid dan mushola, masyarakat diharapkan memiliki wadah yang lebih mudah dijangkau untuk menunaikan zakat. Di sisi lain, keberadaan UPZ juga dapat membantu pengurus dalam melakukan pendataan, penghimpunan, serta pendistribusian zakat kepada masyarakat yang berhak menerima.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pengelola zakat sehingga mampu menjalankan tugas secara lebih amanah dan profesional. Pengelolaan zakat yang baik juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memastikan zakat yang dihimpun dapat diterima oleh mustahik yang benar-benar membutuhkan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Pak Islam Basuki, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Dengan adanya pematerian ini menjadikan saya lebih paham tentang pengelolaan zakat fitrah, meliputi tentang pengelolaan dan pendistribusiannya agar lebih tepat sasaran lagi untuk kedepannya dan harapannya dapat diterapkan sehingga pengelolaan zakat di lingkungan masjid dan mushola menjadi lebih baik.” Ujar pak Islam Basuki
Sementara itu, salah satu mahasiswa KKN Tematik Watuagung, Calvin Yoga, menyampaikan bahwa pembentukan UPZ dan pelatihan zakat fitrah merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat setelah program KKN selesai.
“Kami berharap pembentukan UPZ ini tidak hanya menjadi bagian dari program KKN, tetapi dapat terus berjalan dan berkembang setelah kami selesai melaksanakan KKN. Dengan adanya UPZ di setiap masjid dan mushola, kami berharap pengelolaan zakat di Desa Watuagung menjadi lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan BAZNAS memberikan pengalaman sekaligus pemahaman bagi mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan zakat yang dilakukan secara terorganisir.

Sinergi antara mahasiswa KKN dan BAZNAS diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan pembentukan UPZ, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam membangun pengelolaan zakat yang berkelanjutan di Desa Watuagung. Dengan terbentuknya UPZ di setiap masjid dan mushola, pengelolaan zakat diharapkan menjadi lebih amanah, transparan, terorganisir, dan tepat sasaran.
Melalui kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah desa, pengurus masjid dan mushola, serta masyarakat, UPZ yang telah terbentuk diharapkan dapat terus menjalankan fungsinya secara optimal. Program ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan zakat yang baik, sehingga zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Desa Watuagung.