Watuagung, Tambak — Musim ubur-ubur membawa berkah tersendiri bagi warga Karangjoho, Desa Watuagung. Sejak pertengahan Oktober, puluhan warga, terutama ibu-ibu, berbondong-bondong menuju pesisir Logending dan Jetis untuk menjalani pekerjaan musiman: merawat dan membersihkan ubur-ubur.
Dengan modal tenaga dan ketelatenan, pekerjaan ini terbukti memberi penghasilan tambahan yang lumayan. “Kerjane mung ngresiki ubur-ubur, ora gatel nek awak sehat. Wong-wong semangat pol,” ujar pak Sutikno, koordinator lapangan dari RT 004 RW 008 (beliau juga seorang Anggota POLRI).
Kegiatan ini berlangsung selama musim ubur-ubur, yang diperkirakan akan bertahan hingga akhir Desember. Setelah musim berganti, pekerjaan akan berhenti, namun data pekerja tetap disimpan untuk peluang kerja berikutnya. “Nek wis ora musim utawa rampung. Tapi ono kesempatan maneh, wong-wong sing wis kerja bakal tak hubungi,” tambah pak Sutikno.
Rombongan dari Karangjoho sudah bekerja sejak seminggu lalu. Setiap pagi mereka berangkat bersama, membawa semangat dan harapan. “Otw Logending karo jentis, semangat pejuang rupiah,” ucap salah satu warga dengan penuh antusiasme.
Rutinitas ini bukan hanya soal mencari cuan, tapi juga mempererat solidaritas warga. Dari ibu rumah tangga hingga pemuda, semua turut serta. Pekerjaan ini terbuka untuk siapa saja yang sehat dan bersedia bekerja dengan telaten.
Dengan semangat gotong royong dan kerja keras, warga Karangjoho menunjukkan bahwa peluang bisa datang dari mana saja — bahkan dari ubur-ubur yang biasanya hanya dianggap gangguan di laut. (Ari S-Kadus)


Musim panen Mantap
Alhamdulillah membawa berkah untuk warga, bisa ikut menambah inkam keluarga