Sholawat, Maulid, dan Pengajian Penuh Cinta di Watuagung-Tambak

WATUAGUNG, TAMBAK — Malam Minggu, 23 Agustus 2025, Pondok Pesantren Putra Putri Darussa’adah yang beralamat di Karang Joho Rt 004/004 Desa Watuagung Kecamatan Tambak dipenuhi suasana religius dan kehangatan ukhuwah dalam gelaran istimewa bertajuk Ukhuwah Al-Banjari. Acara yang dimulai selepas salat Isya ini menjadi magnet spiritual bagi para santri, masyarakat sekitar, dan tamu undangan.

Syauqul Qolbi, grup banjari ternama asal Banyumas, hadir memeriahkan malam dengan lantunan sholawat yang syahdu dan penuh semangat. Kehadiran mereka membawa nuansa cinta kepada Rasulullah SAW yang mendalam, mengajak hadirin larut dalam pujian dan kekhusyukan.

Selain hiburan rohani, acara ini juga diisi dengan pembacaan Maulid Nabi dan pengajian yang sarat makna. Para peserta diajak merenungi keteladanan Rasulullah, memperkuat nilai kebersamaan, serta menumbuhkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ini terbuka untuk umum dan menjadi momentum tepat untuk mempererat silaturahmi, memperdalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta menikmati lantunan sholawat yang menggugah jiwa. Malam penuh berkah ini menjadi bukti bahwa spiritualitas dan kebersamaan bisa berpadu indah dalam satu panggung.

Dalam sesi pengajian, disampaikan pula motivasi hidup yang menyentuh hati dan relevan bagi semua kalangan. Berikut beberapa kiat menuju kesuksesan yang dibagikan:

  • Berdoa
    Doa adalah kekuatan utama. Baik setelah salat maupun dalam momen khusus seperti majelis rutin malam Ahad Manis, doa bersama setelah sholawat menjadi amalan yang memperkuat harapan dan tekad.
  • Sungguh-sungguh dan Mandiri
    Kesuksesan tidak datang dengan mudah. Harus ada kesungguhan, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko. Sebagai contoh inspiratif, seorang tokoh yang kini viral—Gubernur Jawa Barat—memulai perjuangannya dari nol.
    Di usia SD kelas 4, beliau sudah bekerja mengangkut bata sejauh 5 km demi membeli baju lebaran. Saat SMP, beliau berjualan es dan layangan. Perjuangan mandiri itu membuahkan hasil: kini ia sukses dan menjadi panutan.

Pesan utamanya: Berdoa, berusaha sungguh-sungguh, dan jangan takut memulai dari bawah.
Semoga kita semua menjadi hamba yang sukses dunia dan akhirat. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *