
Watuagung, 28 Juli 2025 – Pagi yang cerah sedikit mendung di RT 002 RW 007 Desa Watuagung menjadi saksi nyata kekuatan gotong royong yang tak lekang oleh waktu. Puluhan warga tampak bersatu hati dan tenaga memindahkan sebuah rumah dengan cara tradisional: dirunduk—yakni rumah diangkat bersama-sama dan digeser ke lokasi baru tanpa dibongkar seluruhnya.
Tradisi runduk, yang dulu menjadi solusi praktis sekaligus simbol solidaritas masyarakat pedesaan, kini jarang terlihat. Namun pada Senin ini, semangat kebersamaan kembali mengalir di tanah Watuagung. Dengan iringan tawa, koordinasi yang rapi, dan peluh yang membasahi kemeja kerja, rumah tersebut berpindah dengan aman.
“Kami melakukannya bukan hanya karena butuh, tapi karena ingin menjaga semangat kekeluargaan yang diwariskan leluhur,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Tak hanya menunjukkan keterampilan teknis, aksi runduk ini menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang masih hidup di tengah modernisasi desa. Anak-anak muda pun turut serta, belajar bahwa kemajuan bukan berarti meninggalkan budaya—justru menyambungkannya ke masa depan.
Kadus 3 Desa Watuagung (ibu Eka Anis) turut mengapresiasi aksi ini sebagai contoh harmoni sosial yang perlu terus dihidupkan. “Tradisi seperti ini layak mendapat ruang dalam narasi kemajuan desa. Ini bukan sekadar pindah rumah, tapi memindahkan semangat persatuan ke masa depan,” tuturnya saat menyambangi lokasi.
Kegiatan gotong royong seperti ini turut membangkitkan nostalgia dan rasa bangga warga Desa Watuagung.