Telor Asin RW 01: Dari Iuran Anggota Menuju Pasar Internasional

Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas — Siapa sangka, dari tangan-tangan ibu PKK RW 01, lahirlah sebuah produk lokal yang kini menembus pasar luar Jawa bahkan luar negeri: Telor Asin 21.

Berawal dari Januari 2021, delapan anggota PKK RW 01 memulai usaha ini dengan modal swadaya sebesar Rp200.000 per orang, ditambah dukungan Rp100.000 dari Ibu Kepala Desa. Modal kecil itu kini telah kembali sepenuhnya, dan usaha mereka berkembang pesat. Dari produksi awal 200 butir per minggu, kini mereka mampu menghasilkan 350 butir setiap minggunya.

Uniknya, proses pembuatannya menggunakan campuran batu bata dan garam—metode tradisional yang menjaga cita rasa khas telor asin 21 Watuagung. Bahan baku diambil langsung dari peternak lokal, memperkuat ekosistem ekonomi desa.

Pemasarannya pun tak main-main. Telor Asin 21 telah merambah pasar luar Jawa dan bahkan sering dikirim ke luar negeri. Dengan harga Rp3.000 per butir, produk ini menjadi bukti bahwa kualitas lokal bisa bersaing di tingkat global.

“Kami tidak hanya menjual telor asin, tapi juga semangat gotong royong dan kebanggaan desa,” ujar salah satu anggota PKK.

Telor Asin 21 bukan sekadar produk, melainkan simbol pemberdayaan perempuan, kekuatan komunitas, dan potensi desa yang luar biasa. Ini adalah bukti bahwa inovasi bisa tumbuh dari akar rumput, dan bahwa desa bukan hanya tempat tinggal—tapi sumber inspirasi. (Yuni-PKK RW 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *