
Watuagung, 19 Agustus 2025 — Di dalam greenhouse Desa Watuagung yang kini mulai hijau oleh barisan tanaman slada, tampak Ibu Imas Masitoh, Ketua KWT Sekar Wangi, bersama Dzakiyyah Balqis—penulis muda dari website watuagung.id—menunjukkan hasil kerja keras yang mulai membuahkan panen.
Greenhouse ini bukan sekadar tempat bertanam. Ia adalah wujud nyata dari harapan dan ketekunan perempuan desa dalam menghadapi tantangan stunting. Berkat bantuan dari UNIMUGO, fasilitas ini kini dikelola oleh KWT Sekar Wangi yang dipimpin Ibu Imas, namun tentu saja beliau tidak berjalan sendiri. Di belakangnya, berdiri ibu-ibu hebat yang tergabung dalam KWT—saling bahu-membahu, belajar hidroponik, dan merawat tanaman dengan penuh semangat.
“Kami belajar bersama, saling mendukung. Greenhouse ini bukan milik satu orang, tapi milik semangat bersama,” ujar Ibu Imas sambil tersenyum kepada Dzakiyyah yang tengah mencatat momen berharga itu.
Tak hanya slada, KWT Sekar Wangi juga memanfaatkan lahan luar greenhouse untuk menanam kacang tanah. Dengan lahan yang masih luas dan semangat yang terus tumbuh, mereka menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi jalan menuju desa sehat dan mandiri.

Dzakiyyah Balqis, yang aktif menulis dan mendokumentasikan kegiatan desa, turut mengabadikan momen ini sebagai bagian dari narasi besar Watuagung: bahwa perubahan bisa dimulai dari akar rumput, dari tangan-tangan ibu desa yang tak kenal lelah.