Sedekah Bumi di Grumbul Siwukan : Tradisi Sakral, Wujud Syukur Warga Desa

Desa Watuagung, Tambak — Puluhan warga dari dua RT (07 & 08) RW 10 berkumpul dalam suasana khidmat dan hangat di Grumbul Siwukan untuk mengikuti prosesi Sedekah Bumi, sebuah tradisi tahunan yang mengakar kuat dalam budaya lokal. Acara ini tidak sekadar perjamuan, tapi menjadi wujud syukur atas berkah hasil bumi, ketenteraman desa, dan harapan akan kesejahteraan ke depan.

Prosesi diawali dengan doa bersama, mengirimkan harapan dan terima kasih kepada para leluhur serta memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. Nama-nama tokoh spiritual / para leluhur turut disebut sebagai sosok panutan yang telah berjasa menjaga nilai-nilai luhur desa.

Tak hanya ritual, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi—anak muda, orang tua, hingga tokoh masyarakat hadir membaur tanpa sekat. Bahkan para warga hadir dengan membawa makanan (tumpeng) secara sukarela untuk acara makanan bersama.

Dalam perbincangan dengan para tetua lingkungan, Bapak Ari Susanto Kadus IV mengungkapkan harapannya agar tradisi ini terus hidup dan menjadi identitas kuat bagi Desa Watuagung. “Sedekah Bumi kuwé ora mung budaya, nanging gambaran guyub rukuné warga lan rasa ngajéni marang alam.”

Acara ditutup dengan makan bersama dan para hadir semua (pulang) membawa berkat, Sedekah Bumi tahun ini membuktikan bahwa tradisi bukan untuk dikenang semata, tapi dijaga dan dirayakan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *