Sabtu Manis Bersama MKAH Watuagung: Menyemai Kedamaian Lewat Mujahadah Asmaul Husna

Suasana penuh ketenangan menyelimuti Masjid Sabilal Mughtadin, Karang Joho, Desa Watuagung, saat Majelis Khidmah Al Asmaul Husna (MKAH) Ranting Watuagung kembali menggelar kegiatan rutinan Mujahadah Asmaul Husna pada Sabtu Manis. Kegiatan ini telah memasuki putaran ke-5, dilaksanakan secara bergilir oleh anak ranting yang ditentukan melalui undian, sebagai wujud kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menjaga amalan.

Dipandegani oleh Ibu Nyai Marfungati selaku Ketua MKAH Ranting Watuagung, mujahadah berlangsung khidmat dan tertib. Setelah rangkaian dzikir dan doa, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Bapak K.H. Abdul Jalal, pengasuh Pondok Pesantren Putra Putri Darussa’adah.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa mujahadah adalah bentuk perjuangan terbesar: memerangi hawa nafsu. Lebih dari itu, mujahadah juga menjadi wasilah—lantaran atau jalan untuk memanjatkan doa kepada Allah ʿazza wa jalla. Melalui mujahadah, harapan dan permohonan disampaikan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. “Doa yang diamalkan dengan keikhlasan kepada Allah akan diijabah, menjadi kenyataan dari harapan yang tulus,” tutur beliau dengan lembut..

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Muslimat NU Ranting Watuagung, di antaranya Ibu Saminah, Ibu Marfungati, Ibu Nur Khasanah, Ibu Rusini, Ibu Kasiyanti, Ibu Siti Fatimah, dan Ibu Hj. Lastri Halimatus Sa’diyah. Adapun yang bertugas sebagai imam mujahadah adalah Ibu Nyai Anggun Kurniasih, yang memimpin dengan ketenangan dan ketulusan.

Mujahadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang untuk menyegarkan hati, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ikatan spiritual antar jamaah. Semoga semangat mujahadah terus tumbuh, menjadi cahaya penuntun dalam kehidupan masyarakat Watuagung yang penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *