
Di bawah langit pagi yang cerah dan udara sejuk khas pegunungan, suasana di Tempat Penampungan (TP) Getah Perhutani Kedu Selatan tampak sibuk dan penuh semangat. Mandor hutan, Bapak Suwaryo—yang juga merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Watuagung—bersama rekan kerjanya (sesama mandor), tengah melaksanakan kegiatan rutin menerima setoran getah pinus dari para petani penyadap.
Setiap tetes getah yang disetorkan melalui proses penimbangan terlebih dahulu, memastikan akurasi dan keadilan bagi para petani. Setelah itu, getah dimasukkan ke dalam tong atau drum khusus, lalu disaring dengan teliti. Proses penyaringan ini penting untuk memisahkan kotoran dan memastikan mutu getah tetap tinggi.
Dengan penyaringan yang baik, getah yang dihasilkan menjadi lebih bersih dan berkualitas. Hal ini sangat berpengaruh terhadap nilai jual dan efisiensi produksi di tahap berikutnya.
Setelah ditampung dan dipastikan mutunya, getah dari TP Getah ini akan dikirim ke Pabrik Gondorukem & Terpentin (PGT) di Brebes. Di sana, getah akan diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti gondorukem dan terpentin yang digunakan dalam berbagai industri—dari farmasi hingga bahan baku cat dan kosmetik.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara petani penyadap dan Perhutani, serta menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan yang berkelanjutan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Peran ganda Bapak Suwaryo sebagai mandor hutan sekaligus anggota BPD Watuagung menjadi simbol keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.