
Watuagung — Suasana Balai Desa pagi itu terasa berbeda. Senin yang biasanya tenang, kali ini dipenuhi semangat dan antusiasme dari para anggota LINMAS Desa Watuagung. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk pelatihan rutin, tetapi juga menyambut momen yang telah lama dinanti: pembagian seragam baru.
Sebanyak 50 stel seragam telah dibagikan kepada anggota LINMAS, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga ketertiban dan kesiapsiagaan desa. Meski jumlah tersebut belum mencakup seluruh anggota—dari total 73 orang—keceriaan terpancar jelas dari wajah-wajah yang mengenakan seragam hijau segar itu untuk pertama kalinya.
“Saya merasa lebih percaya diri. Seragam ini bukan hanya pakaian, tapi simbol bahwa kami dihargai,” ujar salah satu anggota LINMAS sambil merapikan kerah bajunya.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di balik pembagian seragam, terselip pelatihan intensif tentang penanggulangan bencana dan peran strategis LINMAS dalam situasi darurat. Narasumber dari instansi terkait hadir memberikan materi, simulasi, dan diskusi yang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan.
Kepala Desa yang turut hadir menyampaikan harapannya agar semangat pengabdian tidak bergantung pada kelengkapan atribut. “Kami tahu belum semua bisa menerima seragam hari ini. Tapi yang utama adalah semangat dan komitmen. Kami akan terus berupaya agar sisanya segera menyusul.”
Momen ini menjadi bukti bahwa kekuatan desa tidak hanya terletak pada fasilitas, tetapi pada semangat warganya. LINMAS Watuagung menunjukkan bahwa dengan dukungan, pelatihan, dan rasa kebersamaan, mereka siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketangguhan desa.
Dan meski masih ada 23 stel seragam yang belum terbagi, semangat para anggota LINMAS tak sedikit pun surut. Mereka pulang dengan kepala tegak, membawa ilmu baru dan rasa bangga yang tak ternilai.
