
Sumpiuh, Banyumas (22-07-2025)— Semangat kolaborasi dan kebersamaan terpancar dalam kegiatan temu IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) yang berlangsung hangat di distrik Sumpiuh. Kegiatan ini dihadiri para ketua IMP dari berbagai penjuru Kabupaten Banyumas, termasuk Desa Watuagung yang diwakili oleh Ibu Siti Rohayati selaku PPKBD desa.
Diawali dengan sambutan dari Bu Puji Astuti, pihak distrik Sumpiuh menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para ibu-ibu IMP. Kegiatan ini menjadi pertemuan perdana IMP di wilayah Sumpiuh—momen penting yang menandai komitmen bersama dalam mendukung program-program kependudukan dan pembangunan keluarga.
Sambutan hangat juga datang dari Bu Sri Kusmiyati, yang menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luar biasa dari PKB Distrik Sumpiuh. Ia turut menekankan pentingnya peran aktif IMP dalam menyukseskan inisiatif nasional seperti 5 Quick Win Kemendukbangga/BKKBN, yaitu:
- GENTING – Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting
Target 1 juta anak dengan intervensi keluarga rentan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. - TAMASYA – Taman Asuh Anak
Pengembangan Day Care berkualitas hasil kerja sama pemerintah dan swasta, dengan pengawasan oleh tenaga ahli dan kader Posyandu. - Lansia Berdaya
Layanan homecare komunitas untuk lansia yang kurang mendapat perhatian, serta pelayanan kesehatan gratis di fasilitas umum. - AI – SuperApps Tentang Keluarga
Teknologi untuk konsultasi parenting, pendataan keluarga, dan dukungan kesejahteraan rumah tangga. - GATE – Gerakan Ayah Teladan
Mendorong keterlibatan aktif ayah melalui aplikasi konseling dan program edukasi khusus.
Dalam sesi diskusi, disampaikan pula penguatan terhadap 6 Peran Bhakti IMP, yaitu:
- Pengorganisasian kepengurusan
- Pertemuan rutin untuk perencanaan
- KIE dan Konseling keluarga
- Pendataan sasaran KB
- Pelayanan Kegiatan di lapangan
- Kemandirian melalui swadaya lokal
Ketua IMP Kabupaten Banyumas tak lupa mengingatkan pentingnya disiplin, ketelitian, dan ketepatan waktu dalam setiap program. Nilai-nilai ini menjadi pondasi utama agar IMP terus menjadi garda terdepan dalam pembangunan keluarga, terutama di era otonomi daerah.
Kehadiran Ibu Siti Rohayati dari Desa Watuagung menjadi wujud nyata semangat partisipatif desa dalam pembangunan keluarga. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Watuagung untuk terus mendukung gerakan KB yang tangguh, inklusif, dan berbasis komunitas.