Cerita Sore ini di Lapangan Krida Taruna: Kekompakan Panitia Tetap Membara

Watuagung, 6 Agustus 2025 — Meski sorak sorai penonton telah reda dan peluit akhir pertandingan telah lama berbunyi, Lapangan Krida Taruna Watuagung masih menyimpan semangat yang tak kalah hangat. Sore itu, dua laga seru tersaji dalam gelaran Liga Kades Watuagung 2025:

  • Persiwa FC vs Perseka FC (Grup D)
  • Tanggulangisih FC vs Brayan FC (Grup A)

Pertandingan berlangsung meriah, dengan dukungan penuh dari warga dan kehadiran Pak Kades Watuagung, Bapak Tirin, yang belum pernah absen menyaksikan langsung dari pinggir lapangan, hanya beralaskan rumput. Sebuah simbol kesederhanaan dan kedekatan pemimpin dengan warganya.

Namun, sorotan sore itu bukan hanya pada skor pertandingan. Di sudut lapangan, para panitia berkumpul dalam suasana santai nan akrab. Tak ada meja rapat, hanya alas rumput dan tawa. Bu Wanti, bendahara panitia yang dikenal teliti, membacakan laporan keuangan dengan gaya santai tapi tetap transparan.
Pemasukan dari penonton dan denda kartu kuning tercatat rapi.
Pengeluaran untuk wasit, konsumsi, dan keamanan dijelaskan hingga ke nota air mineral.

Obrolan pun mengalir ringan. Pak LPMD menggoda soal bon teh botol dan pisang goreng yang “tak sengaja” dibayar panitia. Bu Wanti menjawab jujur, bahwa hansip sempat mampir ke warung dan demi kelancaran acara, langsung ditanggung. “Yang penting hepi, tidak boleh kendor!” kata Pak Tasno.

Persiapan untuk laga esok hari pun dibahas dengan gaya guyub: ada yang siap membawa sumpil, ada yang ditugasi bawa bakwan. Tak ada tekanan, hanya kehangatan, disambut Mang Obo yang mengaku bahwa punya lombok yang melimpah.

Momen ini menjadi bukti bahwa di balik suksesnya Liga Kades Watuagung 2025 hari ini, ada tim panitia yang tak hanya bekerja, tapi juga bersahabat. Liga hari ini boleh selesai, tapi semangat kolektif dan rasa saling percaya justru makin terasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *