Pengukuhan / Pengesahan anggota baru PSHT – 2021

0
232

Pengukuhan warga baru anggota PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) yang dipusatkan di Grumbul Siwarak Desa Watuagung  Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas,, malam tadi (Sabtu, 21-08-2021 jam 21:14) diikuti oleh 73 anggota baru dan anggota lama dengan mengenakan baju kebesaran PSHT dan dengan prokes yang ketat.

Keluarga Besar PSHT diharapkan Selain mendalami bela diri juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan dibarengi interaksi hubungan dengan sang penciptanya yaitu Allah SWT, sesuai denga pralambang yang disajikan dalam jamuan makan/selamatan di malam pengukuhan/pengesahan.

Pengukuhan anggota baru PSHT itu, dihadiri ketua Cabang PSHT Kabupaten Banyumas BPK. Sudibyo dan para pengurus lainnya, dan dari jajaran Pemerintahan Forkompincam Tambak serta Kepala Desa Watuagung beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Ketua Cabang PSHT Banyumas memberikan wejangan sesuai dengan hidangan selamatan yang ada di area pengesahan, satu persatu dijelaskan arti hidangan selamatan secara rinci, mulai lilin, Yosua, Kembang, Tumpeng, Pisang(gedang) dll.

Lilin dua warna putih diharapkan anggota PSHT menjadi orang yang berguna, bermanfaat,  sebagai penerang dimanapun berada

Hiu/yosua/pewangi merupakan pelambang bahwa dalam kehidupan membutuhkan keharuman budi yang harus dilakukan.

Bau harum tersebut juga bisa membantu konsentrasi

Kembang telon Mawar-Kenanga-Kanthil,

Kembang Mawar mengandung arti bahwa hidup kita mawarna-warna (dari basic yang berbeda-beda) jadi merupakan kehidupan masyarakat yang beraneka ragam

Kembang Kenanga mempunyai kata sifat yang menegaskan bahwa anggota PSHT bisa berfikiran / bisa beranologi / bisa berbuat keno ngono yo keno ngene (seperti itu-seperti ini) akan tetapi diselesaikan dengan Gumanthil / Gumantung maring gusti Alloh.

Jadi Anggota PSHT walaupun dari anggota yang beraneka ragam harus bisa berbuat apa saja tapi harus tetap berpedoman/bergantung pada Gusti Alloh / tetap bertauhid.

Gedang Raja mengandung maksud bahwa Gedang itu gede pengadang-adang (mempunyai impian yang sangat besar), sedangkan raja adalah peimpin dengan segala kearifan, kebijakan yang akan dimiliki oleh anggota PSHT.

Diharapkan Orang PSHT itu mempunyai jiwa pemimpin, mempunyai kearifan mempunyai kebijakan seperti seorang raja.

Tumpeng/Buceng : Bentuk tumpeng mengerucut keatas melambangkan hubungan vertikal dengan Sang Maha Pencipta, mempunyai hubungan dengan Gustinya, mempunyai hubungan dengan penguasa alam semesta.

Dalam laku sehari – hari orang PSHT harus mempunyai sifat laku Tumapake sing lempeng (jalannya yang lurus) tidak berkelok kelok antara kebaikan dan kesesatan/kejelekan, harus lurus sesuai akidah agama. Sesuai pula dengan lambang yang ada di seragam (dada) anggota PSHT.

Tumpeng selamet : Tumpeng dengan kendit ketan hitan (ketan hitan yang melingkar ditengah tumpeng) melambangkan bahwa orang PSHT akan selamat dunia – akheratnya.

Tumpeng Kuat : Tumpeng dengan ketan dibagian atas (kerucut) diharapkan orang PSHT mempunyai pribadi yang kuat / tangguh / tahan uji

Tumpeng Golong : Tumpeng bulat-bulat melambangkan persaudaraan / Bersatunya PSHT / (Nggumolonge tekad – jawa)

Orang PSHT mempunyai tekat mengembangkan PSHT dengan persatuan

Tumpeng Tolak : ditandai dengan janur yang menyilang (ja`an – nur / menuju cahaya).

Orang PSHT iu yakin akan Qodo dan Qodarnya Tuhan sehingga dengan keyakinan tersebut orang PSHT mampu dan dijauhkan dari mara bahaya

Tumpeng Kunar : berasal dari nasi kuning (punarpo/pungkasan) sebagai pralambang bahwa malam pengukuhan atau pengesahan adalah masa pungkasan / selesai dalam menjalani pendidikan sebagai siswa dan menjadi keluarga besar PSHT dan merupakan pungkasan dengan ritual.

diharapkan orang PSHT mempunyai sifat kejujuran, kedisiplinan dan keberanian.

Tumpeng Dinar : Cirinya tumpeng dibalut dengan Dadar (seperti dibalut dengan perisai),

Diharapkan orang PSHT mempunyai wibawa / kewibawaan dan kebahagiaan secara spiritual.

Tumpeng Robyong : wujudnya tumpeng dengan di robyong (ditaruh kembang mawar-kenanga, kanthil) yang melambangkan disengkuyung/didukung dalam semua kegitan PSHT.

Diharapkan semua kegiatan PSHT harus disengkuyung oleh semua Warga / Anggota PSHT tentunya dalam hal kebaikan.

Tumpeng Megono : bentuknya seperti belahan bumi (bulat setengah lingkaran),

Merupakan Nasi gurih dengan ingkung didalamnya adalah lambang kesederhanan dalam mencapai keinginan.

Dari luar tampak sederhana tapi penuh isi / penuh ilmu didalam diri anggota PSHT.

dengan harapan anggota PSHT menjadi orang yang tetep sederhana mlakune sing samdya.

Dari kedelapan tumpeng yang ada sebagai pralambang / harapan dan do’a “Selamet – Kuat – Ndueni tekad – tebih lir ing sambikolo – uripe mulyo muktiwibowo – rinobyong (disengkuyung) – lakune samadya”

Selain itu ada juga Jamuan yang ditutup kain Mori (kain putih) didalamnya ada besekan dengan isi Pisang raja + Ingkung(Rasulan) :

Ingkung didalam besek mempunyai makna bahwa insun manekung (Ingsun menyembah gustinya).

Jadi Jago yang diingkung adalah lambang Pribadi yang luar biasa dan tetap manekung (nyembah Gustinya), tetap berpegang teguh pada kebaikan.

Kanapa harus ditutup dengan mori/kain putih, ini mengandung arti supaya sifat rajanya (yang dilambangkan dengan Pisang raja) menjadi orang yang wibawa, orang yang luar biasa dan jagoan yang diingkun di tutup moori/kain putih maksudnya adalah ketika anggota PSHT sudah mencapai tingkatan yang diharapkan jangan lupa tetap harus menjaga kesucian yang utama.

Demikian penjelasan Ketua Cabang PSHT Banyumas Bpk. Sudibyo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini