
Watuagung, Tambak — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Balai Desa Watuagung saat pendamping KDMP, Ibu Aisyah Masyayu Ashari, melakukan kunjungan perdana pada bulan Oktober ini. Kegiatan ini menjadi titik awal pendampingan intensif bagi delapan desa binaan, termasuk Gebangsari, Buniayu, Prembun, Pesantren, Karangpucung, Purwodadi, Kamulyan, dan Watuagung.
Dalam pendampingan yang berlangsung hampir dua jam, hadir Ketua Koperasi Bapak Siam, Sekretaris Koperasi Bapak Dwi Darto, serta Sekretaris Desa Watuagung Bapak Suyatno. Diskusi berjalan lancar dan terbuka, membahas berbagai tantangan dan peluang dalam mengaktifkan koperasi desa.
Topik utama yang dibahas meliputi:
- Pentingnya aktivasi koperasi melalui aplikasi Laku Pandai, sebagai langkah awal transaksi sederhana seperti pembelian pulsa oleh anggota.
- Kebutuhan data Microset dan kelengkapan administrasi sebagai syarat dasar pendampingan.
- Pertanyaan seputar penggunaan dana koperasi untuk kegiatan rapat dan pembelian buku administrasi, yang masih menunggu kejelasan regulasi.
- Harapan agar koperasi tidak hanya aktif secara formal, tetapi juga benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi warga.
Ibu Aisyah menekankan bahwa aktivasi koperasi tidak harus langsung besar, cukup dimulai dari transaksi kecil yang menunjukkan pergerakan.
Diskusi juga menyentuh potensi desa seperti hasil perkebunan (duren, petai, dan buah-buahan lainnya), serta peluang usaha sembako dan mitra pangkalan LPG. Meski masih banyak hal yang perlu disosialisasikan, semangat pengurus menunjukkan kesiapan untuk bergerak bersama.
Pemdes Watuagung siap mendukung program KDMP, meski beberapa regulasi dan anggaran masih dalam proses penyesuaian.