Ngaji Safinah Menembus Pinus Bukit Mahameru

Tak hanya ilmu yang ditebarkan, tapi juga semangat menjelajah dan ketekunan yang diuji. Pada putaran kedua Ngaji Safinah GP Ansor Desa Watuagung, perjalanan rohani kali ini mencapai titik sunyi yang mempesona: Grumbul Kedung Eyang, RT 009/010. Terletak di tengah lebatnya hutan pinus dan di bawah kaki Bukit Mahameru, lokasi ini menjadi saksi bahwa dakwah dan kebersamaan tak mengenal batas geografis.

Untuk sampai ke sana, tim ngaji harus menempuh jarak sekitar 9 kilometer dari Balai Desa, melewati dua kawasan hutan pinus dan jalan yang menanjak serta rusak. Meski berat, semangat tetap membara. Inilah bentuk cinta akan ilmu dan silaturahim yang tak gampang padam.

Ngaji keliling masjid dan mushola setiap Senin awal bulan ini telah berlangsung sejak 11 November 2018, dan berhasil khatam pada 1 Juni 2025. Kini, putaran kedua tengah berjalan, membawa semangat baru untuk menjangkau seluruh pelosok desa.

Selain itu, tradisi Mujahadah Nihadul Mustaghfirin juga digelar setiap malam tanggal 20, berpindah dari rumah ke rumah anggota. Dua kegiatan ini tak hanya memperkuat ikatan spiritual, tapi juga menyemai rasa memiliki dan saling peduli di antara warga Watuagung.

Setiap perjalanan adalah cerita, setiap tempat adalah ladang pahala. Kedung Eyang pun kini tak hanya menyimpan ketenangan alam, tapi juga jejak perjuangan menuju cahaya ilmu. (Siyam M)

2 thoughts on “Ngaji Safinah Menembus Pinus Bukit Mahameru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *