Mbah Taryo ditemukan Tergantung di Kamar

2
105

Hari ini Rabu tanggal 23 Maret 2022 sekitar pukul 12.20 wib di Ds. Watuagung Rt  008/002 kec. Tambak telah terjadi seorang laki-laki meninggal dunia karena gantung diri.

Laki-laki tersebut bernama TARYO Bin Sanurdi, Banyumas 02 Juni 1953 (69 th), Islam, Petani, Alamat : Desa Watuagung Rt 008 Rw 002 Kec. Tambak Kab. Banyumas.

Korban ditemukan oleh Istrinya bernama SARIYEM, Bms 04 Januari 1956, Islam, Petani, Alamat Desa Watuagung  RT 008 RW 002 Kec. Tambak Kab. Banyumas dan PRIYANTO (cucu korban), Bms 25 April 2002, Islam, Alamat Desa Watuagung  RT 008 RW 002 Kec. Tambak Kab. Banyumas serta SARIKUN (Ketua RT), Bms 06 September 1968, Islam, Wiraswasta, alamat Desa Watuagung Rt 008 Rw 002 Kec. Tambak Kab. Banyumas.

Sekitar pukul 08.00 wib Ibu Sariyem (Istri Korban) keluar rumah untuk membersihkan perkebunan milik sendiri, saat itu korban sedang duduk di teras depan rumah, sekitar pukul 12.00 wib.

Karena ibu Sariyem belum pulang maka cucuya keluar mencari untuk menjemput pulang dan waktu itu korban sedang duduk diruang tamu.

Pukul 12.30 wib Ibu Sariyen dan Sdr Priyanto kembali kerumah dan langsung bersih-bersih serta mencuci pakaian. Ketika akan menjemur didepan rumah, tambang yang biasa untuk menjemur tidak ditemukan dan ibu sariyem mencari Korban didalam kamar belakang tiba-tiba sudah mendapati korban dalam keadaan tergantung diatas tempat tidur dengan tali tambang yang diikat di Kayu  Usuk/ Kasau dan disamping tubuh korban terdapat tangga bambu.

Melihat kejadian tersebut ibu sariyem berteriak dan terdengar oleh Bpk Sarikun (Ketua RT),

Atas kejadian tersebut Bp Ketua RT melaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Watuagung AIPTU JUPRI.

Berdasar laporan tersebut Kapolsek, KA SPKT, Kanit Intel, Bhabinkamtibmas, Anggota Sabhara, Anggota Intel, Babinsa dan Medis dari Puskesmas Tambak I, Kades dan Kadus Desa Watuagung mendatangi TKP. Adapun tali tambang terbuat dari plastik sebesar jari telunjuk orang dewasa, tinggi usuk dari lantai 424 cm, tinggi korban 155 cm, panjang tali ke leher 192 cm (panjang tambang) dan jarak telapak kaki menggantung dari tempat tidur 30 cm, tinggi tempat tidur 47 cm, tinggi tangga bambu 4 m. Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh tim medis Puskesmas Tambak 1 tidak ditemukan tanda2 kekerasan/ penganiayaan (hanya luka dileher bekas lilitan tali), lidah menjulur keluar dan kotoran korban yg keluar dari anus.

Menurut keterangan Istri Korban dan Ketua RT setempat, korban selama ini hanya dirumah saja dan menderita penyakit TBC, Sesak Nafas dan Pendengaran Kurang. Kapolsek beserta Babinsa, Nakes dan Kades menyerahkan korban kepada pihak keluarga (karena tidak ada tanda2 penganiayaan/ kekerasan) untuk dimakamkan secara pemakaman umum.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini