Intensifikasi Pekarangan: Mahasiswa KKN Unsoed & KWT Menanam Cabai dan Kangkung di Area Embung Watuagung

18 Juli 2025 | Oleh: Lintang Pramudito

Watuagung, 17 Juli 2025 – Semangat gotong royong kembali hidup di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas lewat program Intensifikasi Pekarangan yang digelar selama dua hari sejak Rabu, 16 Juli 2025. Program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara 6 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan 10 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Watuagung dalam memanfaatkan area kosong di sekitar Embung Watuagung sebagai lahan produktif.

Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Tanaman Hortikultura

Embung Watuagung, yang selama ini berfungsi sebagai penampung air untuk kebutuhan irigasi dan konservasi lingkungan, kini juga menjadi pusat edukasi dan praktik pertanian berkelanjutan. Lahan kosong di sekitar embung dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura seperti cabai dan kangkung. Selain mudah dibudidayakan, kedua jenis tanaman ini juga memiliki nilai konsumsi tinggi dan dapat tumbuh optimal di lahan pekarangan.

Langkah ini menjadi salah satu strategi ketahanan pangan berbasis lokal, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan. Masyarakat didorong untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan luar, melainkan mulai melihat potensi yang ada di sekitar mereka.

Kolaborasi Mahasiswa dan Kelompok Wanita Tani

Program ini menunjukkan betapa kuatnya dampak sinergi antara generasi muda dan komunitas lokal. Mahasiswa KKN yang berasal dari bidang lingkungan aktif mendampingi anggota KWT dalam seluruh proses kegiatan, mulai dari pembukaan lahan, pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman rutin.

Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga menjadi media pertukaran pengetahuan dimana mahasiswa belajar dari pengalaman para petani lokal, sementara warga mendapatkan wawasan baru dari pendekatan ilmiah yang dibawa para mahasiswa. Suasana kerja yang akrab dan saling menghargai membuat kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat.

Menuju Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Intensifikasi pekarangan bukan sekadar gerakan menanam, tetapi juga upaya membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan yang berbasis pada kemandirian desa. Hasil panen nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, dan bahkan jika memungkinkan, menjadi komoditas kecil-kecilan yang mendukung ekonomi keluarga.

Lebih jauh lagi, program ini juga diharapkan menjadi pemantik agar warga desa lainnya mulai menanam di pekarangan rumah mereka masing-masing. Dengan begitu, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada program sesaat, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *