Himbauan Waspada Karhutla di Pangkuan Hutan Bogangin

#Hutan Kedu Selatan

Musim kemarau kembali hadir, membawa potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa merugikan banyak pihak. Mandor Mujiyono yang akrab disapa dengan “Muji Glupuk”, bersama para mandor lain di wilayah pangkuan hutan Bogangin, menyampaikan himbauan kepada seluruh warga agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api.

Wilayah pangkuan hutan Bogangin meliputi Desa Watuagung, Kemawi, Bogangin, Banjarpanepen, Kabupaten Banyumas serta Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Himbauan ini tidak hanya datang dari para mandor, tetapi juga dari pemerintah desa (Pemdes) yang aktif menyampaikan pesan melalui berbagai media sosial yang ada.

Dalam penyuluhan singkatnya, Mandor Muji Glupuk menekankan: “Jangan menyalakan api di hutan, lahan, atau membakar sampah di ruang terbuka di area hutan, karena berisiko menimbulkan kebakaran. Hindari pula membuang puntung rokok sembarangan yang bisa memicu api.”

Warga juga diingatkan untuk segera melaporkan bila melihat tanda-tanda kebakaran kepada petugas atau melalui nomor darurat 112. Gotong royong dalam mencegah karhutla akan menjadi warisan berharga bagi desa-desa di Pangkuan Hutan Bogangin.

Mandor Muji Glupuk menegaskan bahwa kebakaran hutan bukan hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kesehatan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat. “Alam lestari, kita sehat, kita selamat. Mari cegah sekarang demi anak cucu kita,” ujarnya penuh semangat.

Dengan woro-woro ini, diharapkan warga semakin sadar bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Pencegahan karhutla bukan hanya tugas mandor, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa. Kelestarian hutan berarti keselamatan generasi mendatang. (Waryo-BPD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *