Gemar Menari, Uswa Tunjukkan Sisi Lain Generasi Muda Tanggeran

Di tengah geliat pembangunan dan aktivitas desa, sosok muda bernama Uswa, anak dari Ibu Susi Haryanti—Carik Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas—hadir membawa semangat berbeda. Masih duduk di kelas 2 SMP, Uswa telah menunjukkan kecintaan yang mendalam pada seni tari, sebuah warisan budaya yang terus ia tekuni dengan penuh semangat.

Pada kesempatan yang belum lama ini, Uswa tampil memukau dalam balutan busana tradisional berwarna biru, lengkap dengan hiasan kepala yang menawan. Di tangannya, ia menggenggam buket bunga dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya di bidang seni. Momen tersebut turut diabadikan bersama sang ibu yang duduk anggun di sampingnya, mengenakan kerudung kuning dan sorot kebanggaan yang tak tersembunyi.

Tak hanya mendukung secara moral, Ibu Susi Haryanti juga menitipkan pesan mendalam untuk putrinya:

“Dunya niku fana, sing nglesah, sing nrima, sedoyo wonteh wayahe…”
Yang artinya: dunia ini hanya sementara, siapa yang sabar, siapa yang menerima, semuanya ada waktunya.

Pesan penuh filosofi ini menjadi bekal batin bagi Uswa dalam merajut cita-cita, sekaligus cerminan nilai-nilai luhur yang masih dijaga oleh keluarga-keluarga di Tanggeran.

Uswa bukan hanya contoh generasi muda yang berbakat, tetapi juga gambaran bagaimana dukungan keluarga, pendidikan karakter, dan kecintaan terhadap budaya bisa berpadu membentuk pribadi yang inspiratif. Desa Tanggeran patut berbangga—karena dari sanalah lahir tunas-tunas bangsa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berbudaya.

2 thoughts on “Gemar Menari, Uswa Tunjukkan Sisi Lain Generasi Muda Tanggeran

  1. Mtrswun pak carik…atas dukungannya…nyuwun doa mugi2 uswa sehat ,bwaras, berkembang dalam budaya banyumas…salam budaya kagem warga watuagung…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *