Muslimat NU Ranting Watuagung Gelar RAKOR 2024–2025: Seruan Sinergi dan Kejujuran dalam Perjuangan Islam

bertempat di Mushola Darussalam Ketos RT 07/04, Watuagung pada hari Senin, 8 September 2025 Pukul 09.00–12.00 WIB

Muslimat NU Ranting Watuagung sukses menggelar Rapat Koordinasi (RAKOR) untuk periode 2024–2025 dengan semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat perjuangan Islam di tingkat ranting. Bertempat di Mushola Darussalam, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus Muslimat NU, Banom NU, serta tokoh-tokoh masyarakat yang turut memberikan warna dalam diskusi dan refleksi organisasi.

RAKOR diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Gus Ahmad Somadi Muhtar Hidayatulloh, menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Pawara acara dipegang oleh Ibu Toifah, salah satu pengurus Muslimat NU Ranting Watuagung, yang dengan hangat menyambut para tamu undangan.

Ketua Ansor Ranting Watuagung, Sahabat Muhammad Zainurrohman, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Muslimat NU yang disebutnya sebagai “biyung Ansor”—penopang spiritual dan moral dalam perjuangan organisasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas banom NU untuk memperkuat gerakan Islam di tingkat akar rumput.

Ibu Saminah, selaku Ketua Muslimat NU Ranting Watuagung, memimpin jalannya RAKOR dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh jajaran Muslimat dan Banom NU untuk bersinergi, bersatu, dan saling terbuka dalam menjalankan amanah organisasi. “Jangan ada dusta di antara kita,” tegasnya, menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi yang sehat.

Susunan pengurus Muslimat NU Ranting Watuagung:

  • Ketua: Ibu Saminah
  • Sekretaris: Ibu Pujianti
  • Bendahara: Ibu Uswatun Khasanah

RAKOR juga dihadiri oleh:

  • 5 Ketua Muslimat Anak Ranting beserta sekretaris, bendahara, dan 2 anggota masing-masing
  • Ketua Fatayat NU Ranting Watuagung, Sahabat Ludini, beserta 2 anggota
  • Ketua Ansor dan anggota, termasuk Sahabat Solehudin (demisioner), Gus Somad, Mas Kiai Rusdi, Mas Fuad, Mas Giri, dan Mas Siam
  • Komandan Banser, Mas Rifki
  • Perwakilan IPNU dan IPPNU

Sayangnya, pembina Muslimat NU, Ibu Imas Masyitoh, berhalangan hadir karena menghadiri acara lain di Desa Watuagung.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sahabat Solehudin dari Ansor, menandai akhir dari RAKOR yang penuh semangat dan harapan. Muslimat NU Ranting Watuagung menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam dakwah Islam dan pemberdayaan perempuan di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *