Tambak, Banyumas – Selasa, 10 Maret 2026

Suasana Posyandu Budi Lestari pagi itu terasa berbeda. Di bawah bimbingan Puskesmas 1 Tambak, para kader kesehatan dan warga berkumpul bukan hanya untuk pelayanan rutin, tetapi juga ada pelatihan pemeriksaan tekanan darah manual untuk para kader.
Dengan penuh semangat, peserta bergantian mencoba sphygmomanometer, sementara yang lain mengamati langkah demi langkah. Gelak tawa sesekali terdengar ketika ada yang gugup memompa manset terlalu kencang, namun segera dibimbing oleh tenaga kesehatan yang sabar menjelaskan.
Kegiatan ini bukan sekadar praktik teknis, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan. Duduk di kursi plastik sederhana, para peserta belajar sambil bercengkerama, menunjukkan bahwa kesehatan bisa dijaga dengan cara yang menyenangkan.
Menurut salah satu kader, kemampuan mengukur tensi sangat penting untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular. “Kalau kita bisa tensi sendiri, kita bisa lebih cepat tahu kondisi tubuh dan segera mencari pertolongan bila ada kelainan,” ujarnya penuh antusias.
Puskesmas 1 Tambak menegaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program pemberdayaan masyarakat, agar posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan balita, tetapi juga pusat edukasi kesehatan keluarga.
Dengan kegiatan ini, Posyandu Budi Lestari semakin menunjukkan perannya sebagai garda terdepan kesehatan desa: sederhana, dekat dengan masyarakat, namun penuh manfaat. (Wanti-Kader)