Pamsimas Kedung Abang Diuji, Warga diminta Jaga Kebersamaan

Watuagung 29-09-2026 – Air adalah kebutuhan utama setiap rumah tangga. Namun di Desa Watuagung, aliran Pamsimas Kedung Abang kini menghadapi ujian berat. Debit air dari Kedung Abang, Kedung Curug, dan Kedung Gua melemah, bahkan tinggal rembesan kecil. Kondisi ini membuat warga harus bersabar, sementara pengurus berjibaku setiap hari di sungai untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Keluhan warga (pemakai Pamsimas) yang sejak pagi tidak mendapat aliran air menjadi gambaran nyata betapa pentingnya pelayanan ini. Para pengurus rela turun ke sungai sejak pagi, mengurusi pipa dan bak inteak, lalu pulang siang hari dengan tubuh letih. Meski begitu, semangat mereka tetap teguh menjaga amanah.

Di tengah keterbatasan, muncul gagasan membangun bak kecil di sekitar bak inteak. Tujuannya sederhana: mempermudah pembersihan saat musim hujan, menjaga kualitas air, dan memastikan aliran tetap lancar. Selain itu, rencana perbaikan jaringan pipa di beberapa titik, termasuk pemasangan pipa galfanis, telah dilaksanakan pada 13 September lalu.

Namun perjuangan ini tidak bisa ditanggung pengurus saja. Masyarakat pemakai air juga memiliki kewajiban:

  • Melaporkan setiap kerusakan atau kebocoran.
  • Mendukung dengan iuran yang lancar.
  • Menggunakan air dengan bijak.

Tanpa laporan yang tertib dan dukungan warga, aliran akan semakin sulit dijaga.

Kondisi saat ini adalah peringatan bahwa Pamsimas Kedung Abang membutuhkan perhatian lebih: pembaruan bak inteak, perbaikan jaringan pipa, serta kesadaran bersama. Setiap tetes air yang sampai ke rumah warga adalah hasil dari kerja keras, gotong royong, dan doa seluruh masyarakat.

Air adalah kehidupan, kebersamaan adalah kekuatan. Mari kita jaga bersama Pamsimas Kedung Abang agar tetap hidup, demi keberlangsungan kebutuhan air di Desa Watuagung.

Lihat kondisi selngkapnya di ==> https://youtu.be/Qi1CQX173tc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *