
Suasana Aula Balai Desa Watuagung pada Kamis siang (01/10) terasa hangat dan penuh harapan. Tepat pukul 14.15 WIB, kegiatan Sosialisasi sekaligus Pembentukan Panitia P3D dimulai dengan pembukaan oleh Kepala Desa. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterbukaan, transparansi, dan menjauhkan diri dari praktik money politic. “Siapapun yang terpilih, laksanakan dengan tenang dan penuh pengabdian,” pesannya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting, mengingat adanya tiga kekosongan jabatan Kepala Dusun (Kadus 1, 2, dan 3) di Desa Watuagung. Camat Tambak bersama fasilitator kecamatan hadir untuk mengawal jalannya proses, yang juga berlangsung serentak di tiga desa lain di wilayah Tambak. Harapannya, tidak ada persaingan antar desa, melainkan semangat kebersamaan demi kemajuan masing-masing.
Dalam musyawarah, disepakati bahwa panitia berjumlah 9 orang, sesuai ketentuan yang berlaku. Panitia diharapkan bekerja dengan prinsip objektif, transparan, dan akuntabel. Dedikasi, pengabdian, serta pengalaman dalam kelembagaan desa menjadi nilai tambah yang diperhitungkan. Dari ketua hingga anggota, panitia diharapkan mampu berkoordinasi dengan desa lain yang melaksanakan kegiatan serupa, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut memantau jalannya P3D.
Kasi Pemerintahan Desa Kecamatan Tambak (ibu Eti R), menegaskan kembali pentingnya sosialisasi P3D agar masyarakat memahami proses dengan baik. Sementara Wakil Ketua BPD, Suwaryo, mengingatkan agar tidak ada permainan uang maupun janji-janji yang menyesatkan. “Utamakan transparansi, karena dari sinilah lahir perangkat desa yang benar-benar siap mengabdi,” ujarnya.
Musyawarah yang dipimpin Wakil Ketua BPD menetapkan sembilan nama sebagai panitia P3D Desa Watuagung:
- Nuryadi (Perangkat Desa)
- Badrianto (Perangkat Desa)
- Tasno (Lembaga Desa)
- Sugiono (Lembaga Desa)
- Pairin (Lembaga Desa)
- Kuatno (Tokoh Masyarakat/Petani)
- Sarmin (Tokoh Masyarakat/Guru)
- Dalail (Tokoh Masyarakat/Dosen)
- Parsiyah (Tokoh Masyarakat/Guru)
Kehadiran tokoh masyarakat, lembaga desa, hingga guru dalam susunan panitia mencerminkan semangat kebersamaan dan keterwakilan. Dengan komposisi ini, diharapkan proses P3D berjalan lancar, jujur, dan menghasilkan perangkat desa yang siap bekerja untuk kepentingan warga.